Wanda duduk dengan kepala tertunduk. Malu setengah mampus. Bagaimana tidak? Ia baru saja dipergoki sedang berciuman dengan pria mabuk yang duduk di sampingnya. Apalagi yang memergokinya adalah Indra dan Wulan. Rasanya Wanda ingin segera menaiki Monas dan melompat turun. Berbeda dengan gadis yang meremas-remas ujung kaosnya itu, Arga justru kesal setengah mati. Sedari tadi ia berdecak dan menggumamkan nama-nama binatang pada Indra. Menyumpahi sepupu Wanda yang menganggu aktivitasnya bersama gadis yang duduk diam di sampingnya. Empat orang itu membisu. Tak ada yang berbicara satu pun. Namun diam-diam Wanda merasakan sebuah tangan mulai melingkari tubuhnya. Siapa lagi kalau bukan tangan Arga? Mata Wanda terbuka lebar. Napasnya tercekat ketika pria di sampingnya itu kembali menyentuh dirin

