Dinginnya udara pergantian musim membuat Wanda terbangun dari mimpi kosongnya. Matanya terbuka seketika. Entah mengapa ia merasakan sesuatu yang aneh. Sesuatu yang tak dapat dijabarkan dengan kata apa pun. Wanda merasa gelisah dan gamang dengan perasaan yang seketika hinggap di hatinya itu. Wanda segera menggeleng-gelengkan kepalanya sebelum berbagai pemikiran negatif masuk kembali ke sistem kerja otaknya. Namun tak dapat secara langsung mengusir segelintir rasa asing itu untuk mempengaruhinya. Gadis berumur dua puluh tiga tahun itu menoleh ke nakas yang berada tepat di samping kasurnya. Memperhatikan jam wekernya. Pukul tujuh pagi. Kemudian pandangan matanya beralih pada kalender yang berdiri tegak tak jauh dari alat penghitung waktu itu. Hari ini hari bukanlah hari minggu. Matanya mem

