"Udah bangun Arganya, Maya?" Cewek berambut pendek itu mendengus dan memutar bola matanya. Ia menghempaskan bokongnya pada sofa panjang empuk berwarna putih di mana Yuni duduk. Ibu Yuni hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya seraya membalikkan majalah fashion yang sedari tadi ia baca. Bosan dengan majalah itu, ia melirik keponakannya yang baru saja akan menduduki bangku kuliah. "Kenapa nggak disiram aja? Arga kan kalau tidur kayak kebo," kata Yuni seraya mengambil secangkir teh hijau yang masih hangat. Ia perlahan menyesapnya dan menikmati kehangatan dari minuman tradisional itu. Maya mencibir. "Males ah, Tan. Entar yang ada malah aku yang diomelin." Cewek manis itu mendengus. Meniup poni yang menutupi dahinya. Yuni hanya bisa tertawa renyah mendengar sungutan dan keluhan dari kep

