EPILOGUE

951 Kata

"Selamat datang, Suamiku." Segala rasa lelah, capek, letih, dan suasana hati yang buruk karena pekerjaannya yang semakin hari semakin menekan dirinya segera sirna ketika mendengar suara lembut perempuan yang menyambut kehadirannya. Jam besar yang berdiri kokoh dalam penthouse CEO Mahardika Construction itu berbunyi nyaring. Berdentang sebanyak delapan kali. Menunjukkan bahwa sekarang sudah pukul delapan malam. Perempuan yang mengenakan sleeveless mini dress berwarna putih dan dilapisi celemek bermotif stroberi itu berjalan seperti gadis kecil yang kegirangan ketika dibelikan boneka baru oleh orang tuanya. Menghampiri Arga  dan memberi sebuah kecupan manis sebagai salam penyambut sepulang kerja seperti biasa. Ya, seperti biasa. Sudah dilakukan setiap hari, setiap Arga membuka pintu pent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN