Wanda membuka pintu ruang kerja Sony setelah mendapat izin masuk dari pria itu. Ia segera disambut oleh host Brillante tersebut dengan sangat ramah. Wanda membalas senyuman itu. Meskipun gadis itu tersenyum, ia tetap tak dapat mengindahkan dan menghapus luka di hatinya yang kini semakin memilukan. Tiap detiknya semakin parah. Luka tak berdarah dan tak kasat mata. Hanya dapat dirasakan dan diderita tanpa terlihat bagaimana bentuknya. Tak diketahui sebagaimana parahnya. Dan hal tersebut sungguh menyiksa. Wanda menghembuskan seluruh udara yang tertampung dalam dadanya. Membuat diafragmanya melengkung ke atas dan tulang-tulang rusuknya menurun hingga rongga dadanya sedikit lebih mengecil. Sembari menutup kembali ruang kerja Sony, gadis bersurai hitam kecoklatan yang tergerai indah itu merun

