TWENTY SIX

1832 Kata

Wanda menyeka pipinya yang basah. Sudah tak diragukan lagi, matanya pasti akan bengkak. Duh, padahal dia sudah sebisa mungkin untuk menahan dirinya agar tidak menitikkan air mata. Ia tak ingin bersedih untuk masalah ini. Ini merupakan pengalaman pertama Wanda dalam hal percintaan. Pertama kali dan ternyata sangat menyakitkan. Ironi. Banyak orang mengatakan bahwa cinta pertama itu sangatlah indah. Namun tidak baginya. Yang ia rasakan kini justru sangatlah menyiksa. Harus ia akui bahwa dirinya telah terjatuh dan terpuruk untuk mencintai Arga . Dan sepertinya rasa untuk pria itu sudah tertanam sejak pertama mereka berinteraksi. Sejak Wanda menerima segelas koktail dari pria berkulit putih pucat itu. Gadis bermarga Son itu jelas-jelas jatuh hati padanya seiring dengan pertemuan-pertemuan yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN