Rasanya aneh sekali. Wanda merasakan sesuatu yang janggal dan makin lama semakin membuatnya gelisah. Seiring dengan mobil Indra yang terus melaju membelah jalan raya Senayan, Wanda merasa gundah. Ia terus menggigit bibirnya. Tangannya juga tak dapat diam. Membuat pria yang mengemudi di sampingnya ikut risi karenanya. "Lo kenapa sih? Dari tadi kayaknya gelisah banget. Lo nggak berantem sama Bang Arga kan?" Wanda menggeleng cepat. "Nggak kok, nggak berantem. Lo lihat sendiri kan tadi kita baik-baik aja?" "Lha, terus kenapa minta jemput gue? Pakai alasan ada acara keluarga lagi... Ada apaan sih?" Wanda berhenti menggigiti kukunya. Ia menggerakkan tubuhnya untuk menghadap pada Indra. Memasang wajah serius. Membuat kening sepupunya itu hampir menyatu. "Gue... Lama-lama kok ragu sama Arga y

