TWENTY ONE

1654 Kata

"Mmh!!" Arga tidak peduli. Dia masih belum puas. Tidak peduli dengan enam pasang mata yang menghakimi aktivitasnya dengan Wanda. Ia takkan melepaskan bibir gadis itu. Memalukan sekali! Wanda terus mencoba menarik bibirnya. Namun tangan kiri Arga menahan lehernya. Tidak mungkin Wanda menjauhkan dirinya dengan menyentuh tubuh sebelah kanan Arga yang masih cidera. "Salah kamar, Nyet!" celetuk Kevin. "Kita salah masuk deh kayaknya. Ini hotel apa rumah sakit sih?" timpal Tommy. "Duh, cipokannya enak beneran ya, Bang? Sampai nggak rela ngelepasnya..." sindir Jefri sekali lagi. Wanda malu bukan main. Rasanya ingin bunuh diri saja. Daripada terbebani oleh rasa malu lebih lama lagi, Wanda pun nekat meraih wajah Arga. Pada awalnya Arga sangat senang dan makin bersemangat. Namun betapa kagetny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN