Kayna yang baru menyelesaikan praktiknya pun bergegas keluar dari lab dan hendak meraih peralatannya. Namun, sebelum itu semua terjadi tiba-tiba Velly datang mengejutkannya, membuat Kayna mendelik kesal. Entah kenapa gadis itu hobi mengejutkan dirinya. “Bisa enggak sih Vel, lo kalau datang itu jangan ngagetin!” ujar Kayna kesal sembari mengusap dadanya perlahan. Sedangkan Velly hanya tersenyum lebar memamerkan deretan gigi rapinya yang putih. “Ada apa?” tanya Kayna sembari memasukkan satu per satu buku serta alat praktiknya ke dalam tote bag yang ia khususkan hanya untuk ketika ada praktik. Velly mendudukkan diri di meja kosong yang berada di sisi Kayna, lalu mengayunkan kedua kaki mungilnya yang tergantung. “Nanti pulang kuliah temenin gue ke mal, yuk!” ajak Velly membuat Kayna mengh

