70. Kecintaan

1006 Kata

“Kay, gue duluan, ya?” pamit Velly sembari membereskan barang-barangnya. “PMS lo udah sembuh?” tanya Kayna melihat Velly yang sudah bisa tersenyum pun bernapas lega. Velly mengangguk. “Udah kok.” Setelah itu, Kayna pun ditinggal seorang diri di dalam ruang BEM, karena sebagian rekannya tengah mendiskusikan siapa yang akan tampil besok untuk mengisi kekosongan. Tentu Kayna tidak perlu mencalonkan diri lagi, karena ia sudah mendiskusikan agar tampil ketika para peserta telah selesai melaksanakan pensinya. Saking asyikya membaca online Kayna sampai tidak sadar bahwa sedari tadi Faray telah kembali ke ruangan. Tepat saat Velly keluar, lalu lelaki itu pun masuk. Mungkin keberuntungan yang sepihak, karena Kayna sama sekali tidak menyadarinya. Melihat Kayna yang tertawa sendiri dan sesekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN