Lima hari pun berlalu, kini semua anggota BEM berkumpul di ruangan untuk mengadakan rapat mendadak. Tentu saja rapat kali ini telah dipimpin oleh Faray, sebab lelaki itu telah datang sehari sebelum rapat ini berlangsung. Semua yang ada di sana pun tampak serius melihat tampang datar Faray. Entah kenapa mereka merasakan aura yang cukup kuat, bahkan atmosfer di ruangan pun mendadak dingin. Padahal suhu di dalam ruangan pun tidak terlalu dingin. Ekor mata Kayna pun bolak-balik melirik sikap Velly yang mulai tidak tenang. Gadis bertubuh mungil itu tampak seperti menahan sesuatu, membuat kedua tangannya terkepal kuat. “Lo kenapa, Vel?” bisik Kayna sesekali melirik keterdiaman Faray. Velly mengangkat wajahnya perlahan, tepat sekali matanya terpaku pada Kalandra yang sejak tadi sudah melihatny

