“Masa lalu itu ada untuk dijadikan pelajaran, bukan hambatan.” *** Adresia tersadar dari lamunannya saat Kayna tanpa sengaja menubruk dirinya yang tidur-tiduran santai dengan beralaskan karpet tipis. “Ngelamun mulu, Res. Ada apa, sih?” tanya Kayna mendudukan diri tepat di samping Adresia yang masih menelungkupkan tubuhnya. Adresia menggeleng pelan. “Nih, gue beli kentang di junkfood. Lo suka?” tanya Kayna sembari memperlihatkan kentang goreng yang berlogo sayap ayam. “Wah, thank you, Kay! Lo tahu sih gue lagi lapar,” jawab Adresia senang sembari bangkit dari telungkupnya. Melihat Adresia yang begitu antusias pun membuat Kayna tersenyum kecil. Ia memang sengaja tadi membeli makanan cepat saji ketika dirinya tengah berjalan-jalan melepas penat. Tanpa sadar langkah kakinya membawa Kayn

