“Kayna!!!” pekik seseorang dari kejauhan membuat Atha, Kalandra, dan Kayna yang berada di dalah ruangan BEM menatap kebingungan. Tak lama kemudian, muncullah gadis berkuncir kuda yang sering kali berbincang dengan dirinya. Entah mengapa Kayna merasakan hawa tidak enak di sini. Karena katingnya tidak akan datang kalau bukan tanpa alasan. “Ada apa, Kak?” tanya Kayna bingung. “Faray lagi nyanyi di panggung pensi. Lo harus ke sana sekarang!” jawab gadis berkuncir kuda itu dengan nada setengah berteriak, membuat Kayna mengerjap pelan. Sedangkan Atha yang baru saja mengetahui Faray bernyanyi pun menatap Kalandra bingung. Karena yang mereka tahu lelaki itu sama sekali tidak ingin menunjukkan suaranya pada siapapun. Akan tetapi, tingkahnya kali ini cukup menggemparkan seantero kampus. Bagaiman

