73. Harus Mau!

1046 Kata

Kayna yang masih tidak mengerti akan sikap Faray pun tidak bertanya lebih jauh. Ia hanya mengikuti langkah kaki lelaki itu hingga menjauhi panggung pensi yang mulai ramai membincangkan dirinya. Apalagi Faray jelas sekali mengatakan tadi, bahkan rasanya bagi Kayna saja masih mimpi. Sesungguhnya, ia juga sempat tidak mempercayai katingnya itu akan mengatakan hal luar biasa. Tanpa sadar Faray pun membawa Kayna ke arah perpustakaan. Keduanya pun masuk dan langsung disambut tatapan hangat oleh penjaga perpus. Tentu Kayna menyempatkan diri untuk tersenyum ke sana, sebab penjaga itu tak henti-hentinya menatap Faray dan Kayna yang memasuki ruangan. Kayna memang tidak memberontak, ia hanya mengikuti apa yang mau dilakukan oleh lelaki itu. Faray memang tidak menyeret Kayna, melainkan menarik lembu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN