Kayna sungguh tidak percaya di dalam lantai yang supergelap ini ada sesosok wanita cantik nan anggun. Dia terlihat sibuk Dengan berkas-berkasnya sehingga tidak menyadari kami berdua telah berasa di ambang pintu. Wanita cantik nan anggun itu adalah Liani, mbaknya Faray. “Masih sibuk, Mbak?” tanya Faray menghampiri Liani sembari tangannya menggenggam jemari lentik milik Kayna. Awalnya Liani terkejut tiba-tiba mendengar suara seseorang. Padahal yang ada di sini hanya ada dirinya dan beberapa staf kantor. Namun, saat matanya menangkap sesosok adik keduanya, ia lantas tersenyum tipis. “Lumayan,” jawab Liani sembari mendudukkan diri lagi di kursi kebesaran miliknya, lalu menyuruh Faray untuk masuk. Saat adiknya masuk, ia menyadari bahwa Faray tidak sendiri. “Ada Kayna juga?” Kayna yang meman

