“Faray!” seru seorang lelaki cukup keras membuat Faray yang baru saja memasuki bar menoleh ke arah sumber suara, lalu menghampirinya. Sesampainya di sana, Faray langsung mendudukkan diri di salah satu sofa kosong, lalu mulai menuangkan wishky ke dalam gelas panjang nan cantik. Ia meminumnya dalam seteguk dan menatap satu per satu lelaki yang kini menatap ke arahnya juga. “Gimana rasanya balik lagi ke bar setelah itu pura-pura jadi good boy di depan Kayna?” tanya Atha tersenyum miring menatap wajah Faray yang terlihat menikmati suasana bar. Faray tidak menjawab. Dia hanya mengangkat bahunya acuh sembari menyesap whisky secara perlahan. Seketika ingatannya membayangkan kalau ternyata Liani mengetahui keberadaannya. Ia menjadi sedikit takut, karena mbaknya itu tidak akan pernah mengizinkan

