Sejenak mereka mematung di tempat masih saling melihat, Kira-kira detak jantungku terdengar tidak ya? Tanya Urvilla mencoba bernafas dengan lega. Aku tahu aku sangat merindukan moment ini, ucap Oase dalam hati. “Ehem ... ehemm, hemm ...” Mendengar deheman dari Nina, Urvilla langsung menoleh ke arah Nina dan berguling ke samping. “Kak Nina, apa itu kak Urvilla?” Nala yang masih di tutupi matanya oleh Nina mencoba menebak-nebak. “Iya tepat sekali.” Jawab Nina sambil tertawa nyengir. “Kenapa kakak menutup mataku?” tanya Nala yang sangat polos ini. “Karena Kak Urvilla ... kak Urvilla ... punya kejutan ... iya punya kejutan,” Nina menghela nafas berulang kali memikirkan alasan. Urvilla berdiri duluan menghampiri Nina disana, Oase akhirnya bangun dengan tersenyum lalu menyusul Urvilla ju

