Bersamaan dengan itu, petir menyambar sangat keras di langit musim dingin, awan menghitam mulai rata disepanjang kota, sampai akhirnya hujan turun begitu deras. Urvilla sekali lagi mengalami kebasahan. "Tenanglah Urvilla! Aku mohon tenanglah!" Nina mengusap punggung Urvilla pelan. Urvilla mencoba menenangkan dirinya sendiri, dia mencoba mengatur nafasnya yang terasa sangat sesak, gelisah itu masih ada menyelimuti setiap relung hatinya, dia mencoba mengendalikan dirinya sendiri. Kepala Urvilla perlahan diangkat dari bahu Nina, Urvilla masih merunduk, perubahan sikap Urvilla membuat Nina terkejut. "Urvilla, apa kamu baik-baik saja?" Nina mencoba menoleh ke bawah karena Urvilla terus merunduk. Tiba-tiba Urvilla mengangkat wajahnya, mata hijaunya bersinar dengan terang membuat aura dewi di

