Menggeliat dan terengah, menukar segenap nafas yang sepersekian detik tertahan, menikmati sentuhan yang tanpa sadar bersambut berlebihan. Oase perlahan tersadar saat hasratnya akan bermain di bawah sana. Tidak, tidak, berhenti, aku harus menghentikannya! sentuhan demi sentuhan mulai berpindah hingga Oase dengan susah payah menarik diri untuk menjaga sesuatu yang lebih terjadi. Urvilla yang sudah basah dengan keringat akibat ulah Oase, mematung sesaat ketika mata yang berwarna biru itu muncul di hadapannya. Urvilla pun kembali menampilkan mata hijaunya, dia membetulkan sedikit dress yang mulai tersingkap naik akibat gerakan yang tidak terduga, perlahan rasa malu menyelimuti wajah mereka berdua, Oase bangun dari posisi berbaringnya diatas Urvilla, dia keluar dari kamar untuk sejenak menena

