Namo membawa Oase ke sebuah taman di dekat air terjun yang sangat indah, Namo mengerti pikiran Oase memang sedang tidak stabil apalagi kondisi hatinya saat ini. Mereka duduk di sebuah kayu besar yang tersedia sembari menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi dan gemericik air terjun yang terdengar sangat menyegarkan. "Aku tahu pikiranmu sedang tidak karuan, makanya aku membawamu ketempat ini." Namo mencoba menghibur Oase yang terlihat murung. "Kamu tahu Namo, takdir ini sebenarnya sangat menyiksaku, sebelum aku tahu musim berubah dan bertemu dengan Urvilla aku rasa hidupku baik-baik saja, aku sudah merasa berat setelah Aurora pergi, sekarang rasanya bertambah lagi." Oase mulai mengeluh. "Kamu tahu Oase, terkadang cobaan yang datang adalah ujian sebelum kita menuju kepuncak yang lebih

