Melihat wajah Oase lemas bersender di pintu sambil terus melihat ke arah taman belakang membuat Anke yang baru saja keluar dari ruangannya tersenyum. “Kamu sedang meratapi kebodohanmu?Mereka cocok kan?” tanya Anke menggoda Oase. “Apa maksudmu mereka cocok?” Oase mengernyit seraya tidak terima. “Ya, mereka itu memiliki paras tampan, tinggi yang ideal, mereka juga sangat rajin saat bekerja, bukankah mereka cocok?”Anke sengaja membuat Oase panas. “Sebenarnya takdir Urvilla aku atau dia?Kenapa sekarang kamu terlihat sangat mendukungnya?” Oase sedikit sebal mendengarkan ucapan Anke. “Aku ingin kamu sedikit menggunakan otak dan hatimu untuk menahklukan hati Urvilla, Galen bisa dekat dengan Urvilla karena apa, apa kamu tahu?” Anke mencoba memancing pemikiran Oase. “Karena Apa?” “Karena pe

