Urvilla mencoba mengedipkan matanya, Urvilla memandang lekat-lekat wajah yang di lihatnya saat ini, dia masih belum sadar ini nyata atau mimpi karena sebenarnya Urvilla masih sangat mengantuk, matanya masih terlihat sayu. Oase mematung sesaat, tidak ada ide untuk kabur kemanapun bahkan bergeser sedikit, Urvilla tiba-tiba meraba pipi Oase, membuat aliran darah Oase tiba-tiba membeku. Urvilla membelainya pelan membuat Oase merasakan kuku lentik Urvilla yang sejenak menyapa wajahnya saat ini. Oase masih tidak bergerak hanya bola matanya yang sedikit berputar melihat apa yang sedang di lakukan wanita di hadapannya saat ini. “Aku mengerti, karena terlalu membenci pria itu, sampai masuk ke dalam mimpiku, kenapa hari ini sangat buruk?Aku merindukan keluargaku yang tidak bisa aku temui dan aku te

