Chapter 40 - Aturan menyebalkan

1521 Kata

Karena Hera merasa bosan, dia memutuskan untuk menghirup udara sore di kampung halaman Sri. Dia menatap ke arah jalan, dimana anak - anak kampung bermain sepak bola seadanya dijalan depan rumah Sri. Entah kenapa, sifat congkak Hera sirna ketika dia menginjak tanah kampung halaman wanita itu. Bahkan wanita itu menikmati pemandangan yang cukup baru untuk dia. "Kayaknya asik juga jadi orang kampung, nggak ada beban pikiran, suka - suka die mau main dijalan juga gas aja haha. Lucu juga ya..." David, pria itu tiba - tiba duduk disamping kursi roda Hera dan membuat wanita itu menoleh. "David, ngapain dih kesini? Sono minggir jauh - jauh!" Hera sudah bisa menggerakan tubuhnya, karena merasa baik. Dan memutuskan melepas gip dileher, tangan dan kakinya. Dia tidak mau terlihat seperti mummy

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN