Hera membuka matanya. Dia mencium bau obat - obatan yang membuat penciumannya terganggu. Dia lalu mulai menatap sekelilingnya, "Aku ada dimana?" Tak lama, seorang pria datang dan menatap khawatir Hera. "Bagaimana bisa kamu sangat ceroboh hingga mengalami kecelakaan?" Hera mendengar samar - samar suara yang sangat familiar untuknya, namun dia tak tau siapa pria itu. Dia tak bisa memastikan suara siapa itu, karena lehernya dipasang sesuatu membuat kepalanya tak bebas bergerak sesuka hati. "Kau siapa?" Pria itu berdiri dan berada diatas Hera, seketika wanita itu tertegun, karena David lah yang ada dihadapannya. "David?" David menghela napas, "Entah saya tidak tau kenapa kamu sangat membenci calon istri saya. Entah juga kenapa saya mengikuti kamu pulang dan berakhir juga menolong dirimu

