Sri membuka matanya. Dia menghela nafas dan bangun dari posisi tidurnya. Dia turun dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Wanita itu berhenti di depan cermin lalu melihat wajahnya yang kusam, dengan lingkar mata hitam. Sri memegang lingkar mata yang terlihat jelas itu, "Ini semua karena cinta. Yang galau, fisik jadi pengorbanan." Sri lalu menanggalkan pakaiannya yang lesu lalu mengguyur tubuhnya dibawah shower. Dia semalam tak bisa tidur, memikirkan terus apa arti dirinya untuk Romeo. Apa arti pernikahan nanti untuk Romeo. Siapa yang dicintai Romeo. Semua membuat Sri berpikir keras, namun tak mendapatkan sebuah jawaban. Setelah mandi, Sri mengeringkan rambutnya duduk didepan cermin. Dia melihat wajah lesunya yang menghiasi cermin. "Apa bisa? Upik abu seperti Sri menjadi c

