Romeo memukul stirnya kencang. Dia merasa sangat kesal dengan apa yang sudah dia katakan. Dia akan menghidupkan mesin mobilnya untuk menyusul Sri, namun, ponselnya berdering membuat Romeo menjadi berhenti dan melihat ponselnya. "Nindy?" Romeo langsung menjawabnya, "Halo?" "Rom, tolong aku hiks hiks..." Romeo mendengar suara Nindy yang tersenggal - senggal menjadi khawatir. "Nindy, ada apa?! Jangan membuatku panik!" "Tolong..." Tut! Ponselnya mati, membuat Romeo khawatir dan kehilangan arah. Pria itu langsung memutar balik mobilnya menuju ke apartemen Nindy dengan cepat. Pria itu menjadi khawatir saat ini juga. Romeo terjebak di lampu merah, membuat hatinya berdebar merasakan khawatir mengingat suara Nindy yang tersenggal dan ponsel yang tiba - tiba dimatikan sambungannya sepihak

