David masuk ke dalam ruangan rawat Nindy, dan mendapati Sri dan juga Romeo yang salit tatap satu sama lain, membuat pria itu menjadi bingung. Dia lalu mendekat dan mencoba bertanya, “Kalian? Aku tidak tau jika kalian yang menolong Nindy.” Nindy yang dari tadi kesal karena kedatangan Sri, bertambah kesal karena saat ini David juga datang. Dia lalu merubah posisi dari tertidur menuju ke duduk dan menatap David, “Bukan, hanya Romeo. Tapi aku tidak tau bagaimana wanita itu ikut kesini David.” Sri berbalik menatap Nindy, dan mengepalkan tangannya. Dia teringat perkataan Hera, “Tegapkan tubuh, dan keluarkan pesona!” batin Sri mengingat apa yang sudah Hera pesan dengannya. Maka dengan berbekal itu, Sri tersenyum memperlihatkan dengan Nindy tanpa gentar, “Selayaknya sepatu, kita saling beriring

