Pagi harinya, Sri dan juga Marni sudah berada didapur untuk memasak. Mereka sudah pulang dari pasar, lalu, melanjutkan aktivitasnya untuk memasak. Sri tersenyum setelah mencicipi masakannya, “Mar, udah mantep. Ini Bapak pasti bakalan suka!” Marni mendekat dan mencicipi masakan Sri dengan sendok, lalu mengangguk setuju dengan apa yang wanita itu katakan, “Bener Mbak, ini sudah pas rasanya. Bapak pasti suka dengan masakan Mbak Sri. Sudah lama sekali to, Mbak Sri ndak masak buat kami.” Sri dengan dibantu oleh Marni memindahkan masakan mereka ke dalam piring. Lalu mengangkutnya dimeja makan, untuk bersiap sarapan bersama. Andri, yang melihat kedua anak gadisnya yang sudah menyiapkan makanan, tersenyum senang. “Wah, harus sekali. Mesti ini yang masak Sri. Iya Nduk?” Sri terseyum, “Iya Pak.

