Setelah mendapatkan restu dari Andri, Romeo merasakan lega didadanya. Andri, dan Marni adiknya Sri terlebih dahulu pulang. Kini tinggallah dia dan juga Sri yang duduk bersama. Sri, menikmati semilirnya angin sawah yang membuat bibirnya terus mengembang selalu, membuat Romeo yang sedari tadi memperhatikannya menjadi tersenyum. "Cantik." Sri menoleh saat mendengarkan gumaman, lalu menatap ke arah Romeo, "Mas Romeo tadi bilang apa? Sri ndak denger." Romeo yang ditatap seperti itu memalingkan wajahnya ke depan, "Saya tidak mengatakan apapun. Kamu salah dengar." Sri mengerjapkan matanya, "Mana mungkin salah dengar. Tadi Sri kayaknya dengar suara Mas Romeo. Tapi ndak jelas." Romeo diam - diam tersenyum. Dia sangat geli melihat wanita disampingnya begitu polos sekali, dan menggemaskan. "

