Sri menatap Romeo khawatir, “Mas…” Romeo yang ditatap seperti itu tertawa, dan mengelus puncak kepala wanita itu. Membuat wanita itu malah menatapnya heran, “Mas… Kok malah ditanyai begitu to? Sri khawatir lo.” Romeo menatap wanita itu sejenak. Lalu memalingkan wajahnya ke arah lain, “Saya merasa yakin, tapi, ada sebuah ketakutan yang tidak bisa saya kendalikan.” Sri, berganti tempat dari sisi kiri, menjadi ke sisi kanan Romeo, agar pria itu bisa menatap wajahnya, “Maksudnya Mas Romeo apa? Mas Romeo bilang sama Sri, sebenarnya kemarin Bapak sama Mas Romeo bicarain apa to?” “Tidak. Hanya pembicaraan biasa saja.” Sri memajukan bibirnya, “Tenan Mas? Kok Sri ngerasa ada yang disembunyiin sama Mas Romeo to?” Romeo menggelengkan kepala, “Tidak ada. Memang apa yang saya sembunyikan, kamu an

