“Kenapa mukamu begitu?” Bias yang baru hendak membuka pintu kamar, terkejut ketika Cinta lebih dulu membukanya dari dalam. Istrinya itu langsung menatap selidik, seolah ada sesuatu yang tertulis di wajah Bias. “Kamu mau ke mana?” Bias justru bertanya balik. “Mau ke bawah, makan es krim.” “Aku ikut.” Bias bergeser. Menunggu Cinta menutup pintu kamar, barulah mereka berdua turun ke lantai bawah dan langsung menuju dapur. “Cari apa?” tanya Cinta melihat pandangan Bias yang menyapu setiap sudut dapur. “Roti tawar.” “Buat?” “Dimakan sama es krim.” Cinta menggeleng sambil mengeluarkan kotak es krimnya dari lemari pendingin, lalu mengambil sendok dan gelas kecil. Meletakkan semuanya di kitchen island. “Mbak Denok.” Sambil menunggu Denok, Cinta menyendok es krim dari kotaknya ke gelas ke

