Makan malam yang dirancang Altaf untuk memperkenalkan Ranu pada keluarganya berlangsung di sebuah restoran. Ia memesan sebuah ruang VIP agar mereka semua hanya fokus pada obrolan di antara keluarga. Seluruh keluarga Naratama jelas hadir dalam makan malam tersebut, kecuali Cinta. Karena tidak mungkin menyatukan Cinta di satu meja dengan anggota keluarga yang lainnya. Pertemuan tersebut pun terasa hangat dan pembicaraan ringan mengalir begitu saja. Mereka semua yang berada di sana menyambut kehadiran Ranu dengan tangan terbuka, tanpa ada drama. “Jadi, kira-kira kapan kamu mau lamar Ranu, Al?” tanya Briana yang terus memasang senyum ramah sejak tadi. Altaf tersenyum kecil. “Aku maunya tahun ini, tapi, kami masih cari waktu yang pas.” “Lebih cepat, lebih baik,” ujar Briana lagi. Kali ini,

