“Kalau ada apa-apa, langsung hubungi kami,” pesan Ranu pada suster yang bertugas menjaga Ciara. “Baik, Bu,” jawab evin sembari mengangguk. Ranu tersenyum kecil lalu melihat Altaf yang baru keluar dari kamarnya. Jika bukan untuk berpura-pura bahagia di depan Naifa, ia pasti tidak mau menjadwal ulang bulan madu mereka. “Cia di kamar,” ucap Ranu, “pamitan dulu, habis itu kita pergi.” Altaf mengangguk. Kembali berbalik menuju kamar Ciara. Ia mengetuk pintunya sebentar, lalu sang adik membukanya tidak lama kemudian. “Aku pergi dulu,” pamit Altaf menatap tegas, “jangan lupa pesanku kemarin dan jangan aneh-aneh!” “Kami pergi dulu, ya.” Ranu menyusul di belakang Altaf. “Baik-baik sama Evin dan mbak suster lainnya. Keluarlah buat nge-gym, joging, atau ke supermarket sama Evin. Jangan terus

