“Papa mau pergi?” tanya Bias sembari masuk ke ruang kerja Danuar. Papanya sedang memakai jas dan sepertinya pria itu akan pergi keluar. “Hm, ada apa?” tanya Danuar sambil mengancing jasnya. “Mama sudah bicara tentang kecelakaan Cinta?” Bias tidak ingin membuang waktu, karena itu ia tidak akan berbasa-basi jika Alma sudah bicara lebih dulu. “Sudah.” Danuar beranjak melewati Bias. “Jadi, apa yang mau kamu bicarakan.” Sambi berjalan di sisi Danuar, Bias bercerita perihal pertemuannya dengan Altaf. Singkat saja, karena papanya sepertinya sedang terburu-buru. Saat mereka berada di lift, Danuar masih diam. Tidak berkomentar karena memikirkan beberapa hal. “Setelah Altaf pulang dari Bali, sebarkan kabar kalau Cinta sekarang hamil,” ujar Danuar setelah memikirkan beberapa hal, “itu kalau mau

