“Mama sama papa nggak di rumah,” ucap Bias sambil menutup pintu mobil dan membaca pesan yang baru diterima. Ia segera berlari menghampiri Cinta dan jalan di sisinya memasuki rumah, “tapi, mama minta fotoin hasil USG-nya tadi.” “Entar aja di kamar, ya,” ujar Cinta lalu menghentikan langkah setelah menaiki tangga teras, “aku capek!” keluhnya sambil mengulurkan kedua tangan pada Bias, “gendong ke atas.” “Kamu itu bukan capek.” Bias memasukkan ponselnya ke dalam saku celana lebih dulu, barulah menggendong Cinta ala bridal, “tapi mentang-mentang nggak ada mama, makanya kamu minta gendong.” “Kalau nggak ikhlas, nggak usah.” “Ikhlas, Cintaku. Mana mungkin nggak ikhlas gendong ibu dari anak-anakku.” Cinta tertawa singkat. “Anak-anak? Satu aja belum nongol.” “Baru rencana,” ujar Bias kemudian

