Bab 18

1719 Kata

Manisnya Mencinta Orang yang tidak mengerti arti berjuang biasanya paling sering berucap 'semua tidak semudah membalikkan telapak tangan' Malam kian larut saat Sabrin terlihat sendiri di dalam ruang rawatnya. Tadi mami dan mama mertuanya pamit untuk ke kantin sekedar membeli pengganjal perut untuk menjaga Sabrin malam ini. Sedangkan yang lainnya entah berada dimana. Yang Sabrin dengar Sendi dan Imam sibuk mengawasi Shaka yang masih belum mau untuk tidur. Bocah kecil itu terus saja berulah berbagai macam. Namun Imam dan Sendi tidak pernah mengeluh akan hal itu. Suara pintu terbuka membuat Sabrin melihat siapa gerangan yang datang. Dan di sana ada putranya Syafiq serta Fatah. "Ibu...." panggil Syafiq. Fatah mendudukan Syafiq di samping tubuh Sabrin. Dengan kedua tangannya, ia langsung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN