Sebuah tamparan pahit. Kadang orang-orang terlalu sibuk mengurusi hal kecil hingga melupakan hal besar yang lebih penting untuk diperhatikan. Hari telah berganti hari, sudah 5 hari Sabrin di rawat. Peningkatan untuk kesehatannya kadang jauh membaik namun sering kali dia harus drop seharian. Itulah yang membuat Fatah sangat enggan untuk membiarkan Sabrin pulang. Namun setiap harinya, Sabrin akan terus merengek meminta untuk pulang dan bertemu Syafiq. Dia rindu sekali mengasuh putranya. Sering kali Sabrin bertanya pada Fatah, sedang apa Syafiq di rumah, apa ia pergi ke sekolah atau tidak, apa Syafiq sehat atau tidak. Itulah yang membuat Sabrin semakin tidak betah berada lama di rumah sakit. Fatah juga tidak bisa mengijinkan Syafiq setiap hari ke rumah sakit. Udara di rumah sakit sa

