Semenjak menikah sampai sekarang, Eza masih enggan menyentuh sang istri. Vania memang paham Eza menikahinya tanpa cinta, tetapi tetap saja mereka sekarang sudah sah menjadi suami istri. Dulu saja waktu pacaran mereka sering main, sekarang sudah menikah menoleh saja enggan. Padahal Vania menikah dengan manusia, bukan patung gang enggak bisa ngomong. Semenjam menikah, Eza lebih banyak diam, dan kadang berangkat kerja pagi-pagi buta dan pulang larut malam. Vania rasanya ingin mencacu maki suaminya yang terlalu tidak peduli terhadap istrinya, contohnya sekarang ia lebih milih buat langsung berangkat kerja tanpa mau makan masakana istrinya. "Eza, duduk dan makan dulu, aku udah capek masak, masa enggak dihargai, aku ini istrk kamu, Za. Bukan orang lain, bisa enggak sih kamu hargai keberadaan

