Vania akui apa yang dikatakan oleh Eza adalah benar, tetapi apa salahnya memperlakukan Vania layaknya seorang istri, seperti memakan makanannya, menoleh ketika tidur satu ranjang, menatap dengan senyuman bukan dengan ketus, lalu meluangkan waktu untuk kebersamaan mereka. "Aku nggak maksa kamu buat cinta aku, enggak, Eza, aku cuma minta bersikaplah kayak suami pada umumnya, dan perlakukan aku selayaknya manusia, kayaka makan masakanku, menolek ketika seranjang bukan membelakangi, tersenyum dengan ramah bukan memberikan wajah yang ketus, dan jangan pulang larut, aku pengin kita menghabiskan waktu bersama. Dan aku pengin punya anak dari kamu." Eza langsung tertawa mendengar kalimat terakhir dari Vania. Berpikir untuk menyentuhmu tidak karena Eza tidak ingin anaknya menjadi saksi atas ketida

