"Untuk semua kesalahan saya, saya minta maaf, termasuk yang melukai Eza, saya lakuin itu bukan tanpa alasan, mungkin kalau Tante ada di posisi saya saat itu juga akan sangat murka. Dan untuk tidak punya orangtua, itu bukan pilihan saya, tapi takdir, kalau harus memilih, saya ingin seperti orang lain memiliki orangtua lengkap. Kalau kesalahan saya enggak bisa Tante maafkan, dan latar belakang saya enggak bisa terima." Alesha menghela napas pelan. "Baiklah, saya akan mengalah, saya yang akan pergi dari kehidupan Darel dan keluarga ini." "Bagus, kalau kamu paham!" Sementara Darel langsung menggeleng kuat. "Enggak-enggak, kamu enggak boleh ngerah, kita harus berjuang sama-sama, kita pasti bisa luluhin hati orangtua aku. Batu yang keras kalau sering terkena air saja bisa meleleh, apalagi hati

