BAB 2 Kehawatiran

515 Kata
Sedangkan dilain sisi seorang pria berwajah tampan dan memiliki rahang yang tegas dan mata yang sangat tajam seperti elang, ya dia adalah Alan Hermawan seorang pengusaha tambang dan properti, dan dia adalah seorang duda dan sudah memiliki anak ya anak nya adalah Reno Hermawan, anak yang aku temukan dihalte bus. Alan baru pulang dari kantor dengan keadaan wajah yang lelah ya maklumlah namanya juga CEO perusahaan terbesar diasia. " Tuan, tuan muda Reno hilang tuan " ujar bi Siti dengan nada khawatir " Kok bisa sih bi, ters kemana baby sister Reno bik " ujar Alan " Baby sister tuan Reno udah pergi tadi siang tuan " Ujar bi Siti sambil menunduk takut " Sekarang kumpulkan semua penjaga rumah ini dan bibi " Siti menjawab dengan anggukan dan cepat untuk melakukan perintah dari tuannya karena jika tidak segera dilakukan pasti tuan Alan marah - marah. Setelah kepergian bi Siti Alan mengepalkan tangannya hingga buku - buku jarinya berwarna putih dan wajahnya terlihat sangat garang. Karena sudah meredam emosinya Alan mengeluarkan HP nya dari saku celananya. " Halo Raka " " Iya tuan Alan ada yang bisa saya bantu tuan ?" jawab Raka " Cepat cari Reno sekarang dia pergi dari rumah dan belum pulang hingga malam ini " " Siap tuan Alan " jawab Raka dan bergegas untuk mengerahkan anak buahnya dan mulai melacak keberadaan Reno. Ya Arka adalah kaki tangannya Alan atau bisa disebut dengan orang kepercayaan alan . Saat melakukan pelacakan ternyata Reno sudah mencopot semua barang yang memiliki GPS sehingga cukup sulit untuk menemukan Reno. " Arhhhhhh pinter banget sih tuan Reno, masih kecil tapi udah mengetahui alat GPS yang terpasang dibaju, tas dan jam tangannya" batin Raka mulai frustasi karena belum mendapat informasi tentang Reno. Sedangkan saat ini Alan memijit pangkal hidungnya karena pusing telah memikirkan keberadaan Reno, dan mulai kepikiran apakah Reno diculik oleh saiangan bisnisnya, apakah Reno udah makan, apakah reno dalam keadaan baik - baik saja. Alan merasa sangat pusing sendiri karena banyak nya spekulasi dibenaknya. Alan merasa khawatir karena jam sudah menunjukkan jam 00: 00 WIB dan Raka belum ngasih info tentang keberadaan Reno, karena tidak sabar menunggu telfon dari Raka akhirnya Alan menelfon Raka. " Halo Raka, gimana apakah sudah menemukan keberadaan Reno ? " " Belum tuan karena tuan muda Reno meninggalkan semua GPS yang terpasang dibaju, dan jam tangannya tuan jadi agak sulit untuk melacaknya tuan " jawab Raka dengan takut karena jika Alan sudah marah bisa membunuh orang bahkan bisa membuat perusahaan pesaingnya yang bersaing dengan tidak sempurna " Baiklah lanjutkan besok saja pencariannya" " Siap tuan " jawab Raka dengan helnafas lega Setelah selesain menelfon Raka, Alan bergegas menuju ruangan kerjanya sambil merenungkan kesalahan yang sudah ia perbuat sampai - sampai Reno pergi dari rumah, Alan memijit keningnya yang terasa pusing. " Apakah Reno pergi dari rumah untuk mencari mamahnya, padahalkan mamahnya udah berbuat jahat hingga dia mengalami trauma karena kekerasan yang diterima " gumam Alan Setelah alan berpikir dengan keras penyebab Reno pergi dari rumah akhirnya Alan tertidur ditempat jerjanya karena ia sudah leleh fisik dan fikirannya yang telah menguras energinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN