Nana memeluk Jihan dengan begitu erat, dia tak menyangka benar-benar bertemu dengan sahabatnya kembali. Setelah tadi malam Jihan mengatakan kalau dia sudah berada di rumahnya, Nana sempat tak percaya tetapi setelah mereka melakukan video call dan Jihan memperlihatkan kamarnya, yang tentu saja Nana akan tahu itu memang kamar Jihan apalagi setelah melihat koleksi boneka Jihan di lemarinya, Nana akhirnya percaya dan pagi ini dia datang ke rumah Jihan untuk lebih memastikan kalau dia tidak sedang bermimpi. “Gue bener-bener nggak nyangka, Han. Kalau Sinta bisa ikut pasti dia bakalan heboh juga. Gimana Han, Jepang? Ketemu sama jodoh di sana?” tanya Nana namun kemudian tertawa pelan. “Jodoh gue ternyata bukan orang Jepang, Na,” balas Jihan. “Iyalah, masih yang lokal aja.” “Lo di sana bai

