Jihan merasakan elusan di kepalanya membuat tidur gadis itu sedikit terusik, tadi malam dia benar-benar tidur di rumah sakit menunggu Damar di ruangannya, setelah Sean mengantarkan pakaian gantinya saat sore hari sepulang dari galerinya, lalu Abangnya itu ikut menginap juga di ruangan Damar, sedangkan Bani akhirnya pulang karena memang yang menjaga maksimal dua orang, belum lagi dia juga ada urusan yang tak bisa ditinggal. Perlahan Jihan membuka kedua matanya, dan melihat Sean yang sudah berada di dekatnya. “Bangun, Dek,” ucap Sean. “Abang harus pergi pagi ini, kamu nggak apa-apa di tinggal?” tanyanya. Jihan pun merubah posisinya menjadi duduk, meski masih mengantuk tetapi dia mencoba untuk membuka kedua matanya, membuat Sean terkekeh melihat wajah adiknya yang masih mengantuk, begitu

