“Gue kira lo nggak akan bangun, Dam. Kan jadi Jihan sama gue,” ucap Herlan. Teman-temannya baru saja datang setelah Permata dan Wira pulang lebih dulu ke rumah. Damar sangat kesal karena kedatangan teman-temannya yang merusak waktu kebersamaan dia bersama dengan Jihan, berbanding terbalik dengan Jihan yang malah senang karena kamar rawat Damar menjadi ramai kedatangan teman-teman Damar, juga ada Nana yang ikut bersama dengan Bani. Damar mengumpat mendengar perkataan Herlan, kalau saja dia sudah sangat sehat pasti Damar sudah melayangkan pukulan di wajah Herlan, seenaknya saja kalau bicara. Tak akan ada yang bisa memiliki Jihan kecuali dirinya! “Bercanda doang kali, Dam. Serius amat, gue senang karena lo akhirnya sadar juga,” sambung Herlan terkekeh melihat wajah Damar yang tampak k

