Selama menjadi guru pengganti untuk sementara, Jihan merasa sangat menikmati pekerjaannya meski terkadang juga pusing dengan beberapa materi yang kembali harus dia pelajari. Pun dengan beberapa murid yang susah untuk di atur, maklum remaja yang sedang masa-masa cinta permata malah gencar menggodanya yang merupakan guru baru mereka. Seperti kali ini bukan hanya gombalan yang sering dia dengar dari muridnya saat dia sedang mengajar tetapi juga Jihan menerima surat cinta. Jihan sendiri menanggapinya dengan santai dan memakluminya, justru dia senang karena saat jam pelajaran dengan murid laki-laki yang kerap kali menggombal membuat suasana di kelas menjadi ramai, tidak membuat Jihan merasa canggung dan kikuk sendiri. Hebatnya, mereka juga tahu waktu kapan waktunya bercanda dan kapan wakt

