Dokter bilang kondisi Damar berangsur membaik, peralatan medis yang semula terpasang di tubuh Damar mulai di lepas. Tetapi sampai dua minggu Damar belum mau membuka matanya. Permata terus bertanya apakah benar kondisi Damar membaik, karena anaknya masih memejamkan mata seolah tak ada tanda-tanda akan bangun. Membuat dia semakin khawatir, begitu juga dengan Wira dan teman-teman Damar. Selama satu minggu ini, mereka terus bergantian menjaga Damar di rumah sakit. Bani sampat melihat jari-jari tangan Damar bergerak tetapi Damar sama sekali tak membuka kedua matanya, membuat Bani menjadi ragu apakah memang dia melihat pergerakan tangan Damar atau hanya halusinasi dia saja. Hari ini yang menjaga Damar hanya Permata, karena suaminya harus bertemu dengan rekan kerjanya, pun dengan teman-tema

