46. Kritis

1215 Kata

Permata dan Wira berlari di sepanjang koridor rumah sakit ini, beberapa menit yang lalu Bani –sahabat Damar– menelepon Wira dan mengabarkan bahwa Damar berada di rumah sakit.  Bagaikan di sambar petir, Permata yang saat itu mendengar apa yang Wira katakan terduduk lemas. Hari ini adalah hari yang begitu berharga karena sang anak telah menyelesaikan sidang skripsinya, empat tahun melewati masa perkuliahan dengan suka dan duka.  Seharusnya mereka sudah merayakan kelulusan Damar dengan makan malam bersama, tetapi takdir berkata lain. Karena di hari kelulusan Damar ini, mereka semua harus berada di rumah sakit. Wira melihat Bani yang tengah duduk di depan unit gawat darurat, perasaan mereka tak menentu. Wira dan Permata segera menghampiri Bani yang kala itu menundukkan kepalanya.  Di sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN