-Ketika bara api dalam dirinya tengah membara, perih luka takkan terasa- ▪️▪️▪️▪️▪️▪️ "Dari sifatku?" Paul merasa sedikit kagum sekaligus heran. Gadis yang berdiri di depannya kini menatapnya datar. Seolah sangat kesal namun masih mampu ditahan. "Memangnya apa jawabannya? Aku ingin dengar sebelum couch lain mendengarnya." Sebuah lengkungan tipis tertarik dari sebelah ujung bibir. Membentuk senyuman tak simetris yang terkesan jahat. "Ini rahasia. Kau itu couch pendamping, seharusnya kau tau peraturan dari seleksi lanjutan ini." Bel berusaha menepia tubuh Paul yang lebih tinggi darinya. Sosok itu terus menghalangi jalan. Membuatnya kesusahan untuk kembali ke dalam rumah. "Memangnya apa? Jika kau mengetahui peraturannya. Seharusnya kau beritahu aku yang sangat pelupa ini." Helaan napas t

