-Jika keegoisan yang dijaga, maka kahancudan yang didapat- ▪️▪️▪️▪️▪️▪️ Flashback on. . . "Ah, aku, Mel. Bel adalah saudari kembarku." Saat dirinya sampai di depan kamar nomor limas belas yang bersampingan dengan dapur, Bel terhenti. Ia berusaha untuk bersembunyi dan mendengarkan percapakan mereka. Apalagi saat ia mendengar suara Zealin Casia. Sosok yang sempat membuat perasaannya tenang hanya dengan percakapan singkat. Beberapa saat Bel berdiri di depan pintu kamar nomor lima belas. Punggungnya menempel di sana dan telinganya fokus dengan percakapan mereka. Para gadis itu membicarakan banyak hal. Namun, Bel tak merasa bosan meski kakinya sudah terasa pegal. Saat dirinya berniat untuk pergi, tiba-tiba ada sebuah percakapan yang membuatnya tertarik. Niat itupun terhenti. "Kenapa kau

