UAS bagian 1
Tiga bulan berlalu begitu cepat, besok Angel akan mengikuti UAS. Hari ini dia akan tidur lebih awal karena memang dia sudah belajar giat sebelumnya. Dia hanya perlu meriview dan memutuskan untuk istirahat karena kesehatan sangat penting. Hubungannya dengan Rascal sangat baik, merek sama sama sibuk dan hanya bisa bertemu ketika basket tetapi walaupun begitu hubungan mereka semakin dekat dan hal ini membuat Rascal senang.
Hubungan Angel dan Dyas masih stuck, dia bahkan nggak berani untuk mendekati Dyas sama sekali. Dia sadar diri mungkin dia nggak pantas untuk Dyas, apalagi ketika Angel mendengar kabar jika Dyas jadiang dengan Welda. Mereka satu kelas dan memang anak perempuan di kelas Dyas adalah perempuan yang suka dandan dan bisa di bilang sedikit urakan, mereka bahkan memiliki geng yang terdiri dari Dinday, Nur dan Mira. Mereka semua adalah anggota cheers, setelah mengetahui itu walaupun memang membuatnya sakit hati tapi dia bisa apa? Bahkan cemburu pun tidak berhak karena dia bukan siapa-siapa.
Angel memilih mundur karena mungkin memang mungkin Welda adalah orang yang terbaik bagi Dyas. Dia nggak mau juga mengganggu hubungan mereka dan memilih untuk melupakan dia akan mencoba membuka hatinya untuk orang baru.
Satu bulan lalu Kinan jadian dengan Devan, laki laki itu adalah anak dari sekolah sebelah yang berhasil membuat Kinan jatuh hati. Bahkan dulu ketika Angel menceritakan masalah Rasca yang memiliki rasa suka terhadapnya hal ini membuat Kinan geram, dia bukan geram karena Rascal tapi dia geram karena Angel yang menolak Rascal.
“b**o banget sih lu, orang kek gitu di sia-siakan” ucapan Kinan.
“Iya gue tau tapi gak mungkin juga kan gue beri harapan di saat hati buat orang lain” ucap Angel.
“Mungkin lu harus berusaha buka hati, Kak Rascal baik banget dia” ujar Kinan.
“Iya, semoga saja” ujar Angel.
Mereka kembali mengobrol dan saat itu dan ketika Angel mengatakan jika dia akan ke Bali bersamanya hal ini membuat Kinan senang bahkan saat itu dia berteriak dan membuat semua teman yang ada di dalam kelas terkejut dengan ulah Kinan.
“Beneran? Gila bangett uuu makasih sayang” ujar Kinan.
“Udah diem nggak tau apa kita jadi pusat perhatian sekarang” ucap Angel dan membuat Kinan cengengesan.
Kinan sangat senang karena akhirnya dia bisa liburan bersama Angel, dari awal memang mereka sudah merencanakan hal ini dan baru bisa dilaksanakan ketika mendapatkan rejeki nomplok karena Angel mengajaknya itu.
***
Pagi pun tiba, Angel segera bergegas untuk mandi dan bersiap-siap karena memang dia hanya tidak ingin tergesa-gesa ketika akan berangkat sekolah nanti. Hari ini dia akan diantar oleh papahnya karena memang Adit sangat sibuk nantinya. setelah selesai sarapan dan berpamitan dengan mamah beserta kakaknya akhirnya dia berangkat bersama papahnya.
“Jangan deg deg an dek, papah yakin kamu bisa” ujar papah Angel.
“Makasih pah, Adek akan berusaha dengan baik” ucap Angel dan langsung diangguki oleh papahnya.
Mereka berangkat ke sekolah lebih awal karena memang untuk menghindari macet, hari senin seperti ini biasanya Jakarta sangat macet dan papah Angel nggak mau jika nanti anaknya telat dalam mengikuti ujian akhir semesternya. Kini mereka sudah ada di depan gerbang sekolah setelah menempuh perjalanan setengah jam.
Angel mencium tangan papahnya dan tak lupa di doakan oleh papahnya itu. Angel lalu masuk kedalam sekolahann setelah itu sesampainya di sana dia melihat Kinan yang sangat serius belajar tapi dia memang sama sekali nggak akan mengulas semuanya di waktu mepet seperti ini karenaa dia takut konsentrasinya akan buyar karena dia yang gugup, Angel sudah belajar dan dia percaya dia akan mudah mengerjakan semuanya.
Angel melihat Rascal yang berjalan menghampirinya, dia tersenyum karena Rascal pun tersenyum ketika melihatnya. Banyak pasang mata yang melihatnya saat ini tapi hal ini sudah sangat wajar karena kedekatan mereka berdua. Mereka bahkan mengira jika Rascal dan Angel memiliki hubungan lain.
“Hai, udah belajar kan?” Tanya Rascal duduk di samping Angel.
“hai juga kak, kamu udah belajar kan?” jawab Angel.
“udah dong, ya semoga aku bisa ngerjainnya lah. Ehmmm aku mau ngomong sesuatu” ucap Rascal membuat jantung Angel berdebar.
“mau ngomong apa kak?” Tanya Angel.
“ehm sehari sebelum kamu ke Bali kamu mau kan jalan sama aku?” pinta Rascal.
“oke siap kak kamu balik kekelas gih lima menit lagi bel semangat ya ngerjain soalnya ganbatte kudasai ” dia hanya tersenyum lalu berlari menuju kelasnya dan sekali kali berbalik sambil mentapku.
Bel berbunyi mereka lalu di persilahkan masuk kedalam ruangan, sebelum mengerjakan mereka berdoa bersama untuk mengawali hari ini agar di berikan kelancaran saat mengerjakan ujian.
Angel langsung memulai mengerjakan soalnya, dia senang karena apa yang dia pelajari keluar di soal. Dia tak memerlukan waktu lama untuk mengerjakannya, setelah mengoreksi akhirnya dia segera mengumpulkan lembar jawabannya dna mununggu Kinan di depan kelas hanya dia sendiri karena teman-teman masih berkutat dengan soal matematikanya.
Dua puluh menit kemudian mereka keluar dari ruangan dan pengawas pun kembali mengunci ruangan tersebut. Angel lalu mengajak Kinan untuk makan karena sedari tadi dia sudah kelaparan karena pikirannya terkuras untuk menjawab soal matematika tadi.
“Sumpah nih, banyak soal yang nggak gue jawab” ujar Kinan.
“Semoga aja gurunya baik hati lah di tambah nilai hiaa” hibur Angel.
“Beneran ogeb banget tuh, soalnya susah lu mah beda orang pinter dari orok” ujar Kinan “Dapat lima udah syukur banget”
“Sabar sabarr, yo makan ketoprak dulu ngisi tenaga buat soal selanjutnya” ucap Angel dan diangguki oleh Kinan.
Setelah selesai makan mereka berdua memutuskan untuk kembali ke kelas karena masih ada dua mapel yang akan diujikan hari ini. Angel merasa capek karena harus mengerjakan soal sejarah yang hanya beberapa tapi isi essaynya sangat banyak seperti ini. kini dia hanya kurang 4 soal, dia hanya ingat dengan garis besarnya saja setelah itu dia akan mulai merangkai kata yang di anggap masih masuk dalam jawaban tersebut.
Angel suka dengan sejarah karena dengan adanya itu kita bisa belajar dari masa lalu untuk memperbaiki masa depan. Materi sejarah yang paling Angel suka adalah materi prasejarah waktu mempelajari kehidupan manusia purba. Tes sejarah ini adalah tes terakhir hari ini dan setelah ini Angel ingin segera pulang dan tidur.
Semuanya sudah keluar kelas karena memang waktunya yang sudah habis, kini gantian Angel yang bingung karena tidak ada yang menjemputnya. Karena tak ada pilihan lain akhirnya dia mengirim pesan kepada Rascal, dia bertanya apakah Rascal mau mengantarnya pulang atau tidak hari ini. jujur saja mamahnya lagi ada acara sedangkan kakak dan papahnya sibuk bekerja sedangkan jika dalam tes seperti ini mereka akan pulang lebih awal.
Angel berjalan menuju lantai dua, dia memberanikan dirinya untuk datang di kelas Rascal, saat pertama kali sampai Bryan lah yang menyadari keberadaan Angel dan dia langsung memanggilnya.
“Sini Ngel” panggil Bryan dan Angel langsung kesana.
Rascal yang menyadari pun ikutan menghampiri Angel, dia tau bahwa Angel akan meminta diantar pulang karena sebelumnya dia sudah mengiriminya pesan. Rascal senang jika Angel mulai merepotkannya karena dengan begitu berarti dia juga orang yang penting di hidup Angel.
“Mau pulang sekarang?” Tanya Rascal.
“Aku kan ikut kakak, mau pulang jam berapa?” Tanya balik Angel yang kini menatap mata Rascal.
“Ya udah kalau mau sekarang, kita pulang aja” jawab Rascal dan langsung diangguki oleh Angel.
Rascal lalu kembali ke tempat duduknya dan mengambil tas miliknya, teman temannya pun banyak menggodanya karena sekarang Rascal sudah sangat dekat dengan Angel. Semuanya memang tau sejak awal Rascal menyukai gadis ini.
“Pulang dulu bro” pamit Rascal.
“Pulang apa kencan hayo” goda salah satunya.
“Maunya sih kencan, tapi nggak tau ceweknya mau apa nggak” ujar Rascal membuat Angel memerah.
“Hahhaah ceweknya langsung blushing” goda mereka.
Karena nggak mau membuat Angel semakin malu akhirnya Rascal segera mengajak Angel untuk pulang. Mereka berjalan bersisian menuju parkiran. Rascal pun bertanya apakah gadis di sampingnya sudah siap dengan mapel yang akan diujikan besok atau tidak.
“Ih aku lemah di fisika kak” jawab Angel.
“Mau kakak ajarin? Kakak punya kumpulan soal juga dulu” ujar Rascal.
“Boleh, emangnya nggak merepotkan?’ Tanya Angel.
“Nggak sama sekali, ya udah kita kerumah dulu ya” ucap Rascal dan diangguki oleh Angel.
Rascal akhirnya mengemudikan mobilnya menuju rumahnya, dia senang selain dia bisa belajar dia juga bisa bersama dengan ANgel seharian ini. dia nanti akan memperkenalkan Angel dengan mamahnya karena dia berharap Angel lah yang nantinya akan menjadi wanita terakhir untuknya dan menyayangi mamahnya seperti apa yang dia lakukan selama ini dia harap itu akan terjadi di hidupnya.
bersambung